Jasa Jahit Tas spunbond: Bisnis Rumahan Yang Menguntungkan

By | June 2, 2018

Jasa Jahit Tas spunbond: Bisnis Rumahan Yang Menguntungkan

Jasa Jahit Tas spunbond: Bisnis Rumahan Yang Menguntungkan – Masyarakat Indonesia yang lebih senang berkumpul dengan keluarga, sanak saudara, tetangga, teman – teman yang sering diwujudkan dalam acara keluarga yang namanya acara hajatan baik acara selamatan, pernihakan, hitanan, ultah, santunan anak yatim dll. Dan biasanya dengan acara tersebt tak lepas dari yang namanya bingkisan yang dibawa oleh para tamu undangan.

Hal itu dimanfaatkan oleh sebagian orang sebagai ladang bisnis yang menguntungkan dengan membuat tas hajatan dari bahan spundbond. Alih – alh sebagai pengganti plastik tas spundbond memiliki keunikan tersendiri, harga yang tidak terlalu mahal dan juga di atas bahan spundbond bisa dsablon dengan nama pemberi bingkisan seperti nama pengantin, nama perusahaan, nama anak yang di hitan sehingga ini akan memberikn kesan tersendiri bagi para penerima bingkisan.

Nah, membuat kemasan bingkisan yang praktis dan mudah dibawa inilah yang dibidik sebagai peluang usaha oleh para pengusaha tas berbahan spunbond. Mungkin Anda sudah paham, spunbond adalah jenis kain terstruktur yang datar, seperti jaring, yang tidak dibuat melalui proses tenun. Sering juga disebut kain kapas atau pur kertas, kain ini dibikin dengan ikatan serat secara mekanik, termal, atau proses kimia.

Selain untuk tas, spunbond merupakan bahan baku masker sekali pakai. Spunbond populer sebagai bahan goody bag karena harganya yang lebih murah dibanding dengan kain atau plastik lain. Keunggulan lain dari kain kapas ini adalah bisa didaur ulang. Bebas racun, tahan bahan kimia, dan mudah dibentuk merupakan alasan lain mengapa spunbond kerap digunakan sebagai bahan pembuat tas.

Sebagaimana dilansir dari peluangusaha.kontan.co.id bahwa keberadaan berbagai acara keluarga, perusahaan ataupun komunitas, menimbulkan kebutuhan terhadap tas berbahan spunbond. Peluang ini digarap Maryati di Ploso, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Mukadlotul Chierozak di Grobogan, Jawa Tengah, juga berbisnis serupa. Meski berlokasi di daerah, mereka mampu menjangkau pembeli di Jakarta maupun kota-kota luar Jawa dengan pemasaran online.

Jangan Anda bayangkan pelaku usaha tas kain ini sudah pandai menjahit saat memulai usahanya. Maryati malah mengaku tak memiliki sendiri mesin jahit, saat memulai usaha pada tahun 2010. Pertama kali mendapatkan order, Maryati memesan ke produsen lain.

Setelah berjalan dua bulan, baru Maryati memproduksi sendiri. Karena tidak mahir menjahit, Maryati mengerahkan tetangganya yang sudah  bisa menjahit dan memiliki mesin jahit. Ongkos jahit yang harus dia keluarkan antara Rp 30.000–Rp 40.000 per 100 tas. Jika model tas terhitung sulit, ongkos jahit bisa menjadi Rp 700 sampai Rp 1.000 per potong. Kini Maryati memiliki 18 mesin jahit dan empat orang karyawan tetap yang bertugas memotong pola tas serta kegiatan finishing dan mengemas tas.

Jahit borongan

Kisah Choerozak memulai usaha pembuatan tas spunbond tidak jauh berbeda. Ia juga mempekerjakan tetangga. Kebetulan, di sekitar rumah Choerozak banyak ibu rumah tangga yang pernah bekerja di pabrik garmen. Mereka berhenti dari pabrik, setelah memiliki anak. “Saya pinjamkan mesin jahit ke mereka dan memberi ongkos jahit Rp 600 per buah,” tutur Choerozak.

Saat mengawali usahanya, tahun 2011, Choerozak hanya memiliki satu mesin jahit sendiri dan satu mesin jahit pinjaman. Awalnya, usaha ini ditangani oleh sang istri karena Choerozak masih berstatus karyawan swasta. Namun setelah order semakin banyak, Choerozak ikut terjun langsung menangani bidang pemasaran dan pengiriman barang. Adapun sang istri menangani bagian produksi. Bahan kain spunbond diperoleh Choerozak dengan membeli langsung di Semarang. Kini, ia memiliki 15 mesin jahit, mesin sablon, dan empat orang tukang potong pola dan dua orang tukang sablon.

Meski terhitung usaha berskala rumahan, order yang datang kerap dalam partai besar. Jika Anda menggunakan jurus pemasaran online, order bisa datang dari berbagai kota di Indonesia. Lihat saja kiprah Maryati yang memasarkan tas buatannya di situs maryabarokah.com. Adapun Choerozak memakai situs taskainspunbond.com sebagai etalase.

Order pertama yang diterima Maryati datang dari Bengkulu sebanyak 500 tas. Saat ini omzet penjualan Maryati mencapai 15.000 buah per bulan. Pelanggannya datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Palembang, Padang, Sulawesi, Bali.

Kebanyakan pesanan yang diterima Maryati adalah tas promosi dan tas undangan pernikahan. Ia membanderol tas kain spunbond antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per buah, dengan minimum order 100 buah.

Maryati mengaku kewalahan menangani pesanan yang masuk. “Ini ada pesanan untuk 7.000 tas yang belum dijahit. Saya perlu kejar-kejaran dengan waktu pengiriman,” ujar dia.

Kondisi serupa juga dialami Choerozak. Kapasitas produksinya kini berkisar 1.500 hingga 2.000 tas per  minggu.  Jika ada pesanan tambahan, ia bisa menggarap order yang jumlahnya 100 hingga 500. Apabila sudah kewalahan, Choerozak akan melempar order itu ke koleganya yang lain, selama waktu pengerjaan dan pengiriman memungkinkan. “Jika waktu pengerjaan dan pengiriman sulit dipenuhi, terpaksa ditolak,” ujar Choerozak.

Maryati menilai, prospek usaha tas kain spunbond masih cerah. Alasan dia, spunbond sedang populer sebagai kain yang ramah lingkungan. Pangsa pasarnya pun masih terbuka lebar bagi pemain baru. “Asal niat dan punya tekad, pasti bisa usaha tas ini,” tutur Maryati.

Choerozak juga tak ragu mengandalkan spunbond. Ia mengaku, produk semacam tas suvenir memiliki titik jenuh. Untuk mengantisipasi situasi itu, Choerozak berancang-ancang membuat produk baru.

Ia bermaksud membuat perlengkapan medis, seperti baju untuk dokter bedah, dari spunbond. Agenda lain Choerozak adalah membuat tas untuk buah. ”Karena kemasan berbahan bambu mahal saat ini,” tutur Choerozak.

Spunbond bisa menjadi bahan baku berbagai produk karena berat kain itu bervariasi, mulai dari 40 gram hingga 200 gram. Choerozak memakai kain dengan berat antara 75 gram hingga 100 gram untuk tas.  Sedang pemain lain rata-rata memakai kain spunbond 40 gram hingga 50 gram agar bisa menjual lebih murah.

Selain mengandalkan pemasaran online, Choerozak juga tetap melakukan pemasaran langsung antara lain ke kampus-kampus di Semarang. Kampus-kampus ini mengorder tas untuk keperluan wisuda. “Pesanan untuk wisuda biasanya berkisar 200 hingga 700 tas.”ujar dia.

Saat ini fokus pemasaran Choerozak mencakup Jakarta, Kalimantan, dan Sumatra. “Jakarta pasar yang potensial karena orang malas keluar rumah karena macet,” ujar dia.

Kini Choerozak memiliki satu pelanggan rutin, suatu percetakan di Jakarta, yang rutin memesan 2.000 tas setiap bulan. Dari pengalaman Choerozak, order dari kota-kota di luar Jawa juga kerap datang dalam partai besar.

Oh, iya, margin dari usaha pembuatan tas spunbond berkisar 40%–50%. Jadi, apabila Anda punya omzet 15.000 tas per bulan, dengan harga tas Rp 4.000, berarti keuntungan bersih yang bisa Anda kantongi berkisar antara Rp 24 juta sampai Rp 30 juta per bulan.

Jelas nilai yang tak bisa diremehkan untuk ukuran usaha berskala kecil seperti ini. Demikian sekilas tentang Jasa Jahit Tas spunbond: Bisnis Rumahan Yang Menguntungkan, semoga bisa menjadi isnpirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *